sweet escape – Bandung (1)

Jadi kira-kira sebulan yang lalu (hahaha baru posting sekarang), kami akhirnya berlibur sebentar ke kota Bandung. Kebetulan pd tgl segitu aku mengadakan acara di Kota Bandung dan kesempatan ini lah yang kami gunakan untuk berlibur. Yeiy!
Aku duluan ke bandung dari hari kamis malam, karena acaranya jumat pagi. Dan Rio menyusul dateng ke Bandung hari sabtunya (ya sabtu! Karena dia sampe bandung jam 03.00 pagi!). Malam pertama lumayan kami masih dapet kamar utk beristirahat. Fiuh! Mana pake drama segala lagi di malem pertama. Hahahaha.. biasa masih baru nikah. Jadi ada aja masalah sisaan sebelum nikah kebahas deui, tp menurutku tak penting sih, jadi bumbu rumah tangga baru nikah aja.
Jadi kita hitung liburan kita ini mulai dari sabtu pagi!
Sabtu pagi kami harus bangun pagi karenaaaaa~ ternyata hotel yang kami tempati itu sudah penuh, salahku sih kenapa gak mesen diawal (krn terlalu anggap enteng masalah nginep, karena mengingat rio masih ada rumah dibdg, jadi kalau tidak dpt hotel yasudah lah). Pagi-pagi kami packing sekalian mencari penginapan dan sarapan! Dan kami memilih untuk sarapan di ROTI GEMPOL ! Aku dan dia sudah ngidaaammm makan disana sejak lama! Lama bangeeettttt..

Oiyah, Ada beberapa tempat yang emang ingin kami kunjungi diliburan kali ini, yaitu ; ciater, lembang (dusun bambu dan farm house), thr djuanda, kampus itb, dan sambel hejo. Tapi nyatanya tak semua bisa kami kunjungi.
Okei, setelah dari roti gempol sekalian sarapan, kami akhirnya mendaptkan hotel juga didaerah sukajadi, dengan aplikasi quicklybhotel, oke aku mau cerita sedikit ttg aplikasi ini. Aplikasi ini menjual kamar sisa 1-2 di hotel kan biasanya harganya lebih murah daripada booking langsung. Tapi cepet banget keambil orang dan aku suka perhatiin harganya suka berubah (apa ini aku salah lihat ya), tapi ini membantu banget. Kayaknya sih konsepnya pesen hotel cepet mepet, oiyah tp harus pake creditcard, eh lupa apa bisa ya kalau debit.
Okei lanjut, setelah dapet penginapan, kami akhirnya memutuskan untuk ke Lembang. Segera kami cusss ke sanaaa sebelum makin siang (padahal itu masih 09.00 atau jam 10.00 yah), pokoknya masih waktu sarapan.!
Tujuan kaki antara dusun bambu, de ranch, farm house. Akhirnya cus ke dusun bambu. Walaupun macyeettt. Tapi gak semacet hri minggunya. Hehehe.. ternyata dusun bambuuu jauh jugaaa ya. Dari roti gempol ke sana menghabiskan waktu kira-kira 2-3 jam, apa lebih ya. Lupa aku juga, yah hitung sama macet sana sini juga sih. Ini pertama kalinya kaki ke sana. Dan menurut kami pas masuk sana, hari masih siang dan pagi tapi ternyataaaa orang-orang sudah banyak buanggeeettt dan prkiran full. Aku mikir orang-orang niat banget yah pagi-pagi ke sini, dan emang sebagus apa ya dalemnya. Setelah masssuukk ke dalamnya, ternyata emang bagus! Cocok banget untuk wisata apalagi dengan KELURGA. Pas masuk kami diminta bayar 10.000/orang (kalau ga salah ya), atau 15.000 gtu ya. Maha gak mahal sih hrganya. Trus kita naik shuttle ke dalamnya.
Gak jauh sih sebenernya jarak antara pintu masuk ke dalemnya, tapi karena kita gatau ya udah naik deh.
Didalamnya ternyata emang seru banget, dan aku akan bilang sekali lagi, ini cocok banget buat wisata keluarga.
Masuk kedalamnya langsung disambut bangunan dari bambu, menunjukkan “selamat datang di dusun bambu”, lalu kalau belok ke kiri ada dusun-dusun dari bambu yang dipinggir danau. Saung-saung gtu untuk makan. Aku dan rio tadinya mau coba makan disana. Tapi ternyataaa penuh dan kira-kira tiga jam baru bisa masuk! Dan kita tidak mau menuggu selama itu hanya buat makan. Hehehe.. akhirnya kami memilih untuk makan dulu di semacam foodcourt, dan sistem bayarnya menurutku merepotkan dan merugikan pembeli.
Jadi sebelum bayar atau mesen, pengunjung diwajibkan untuk menukar uang dengan “uang/kupon” mereka seharga uang yg kita tukarkan, tetapi uangnya gak bisa dikembalikan jika ada sisa. Dan ya kali ya kita nuker uang dan belanjar habis langsung, ya enggak kan. Heuh. Jadi aku dan rio bener2 nukarin uang secukupnya dan ngahabisin hari itu juga. Masalahnya sih emang bagus utk mereka karena kalau emang niat dan uangnya masih sisa, yah kalau niat sih balik lagi ke sana, tapi kan kalau enggak, mereka untung banget dari sana. Lumayan kan sisa 1000-5000 atau 10.000 juga. Yah itu sih sangat disayangkan.
Oiyah terlepas dari situ, aku sejujurnya penasaran dengan foto-foto di internet, yang kayak ada rumah pohon. Ternyata menarik bangetngetnget. Pantesan rame. Apalagi utk spot foto. Dan karena tempatnya luas, jdinya walaupun rame tidak numpuk utk foto-foto. Disisi bawahnya ada tempat bermain anak kecil, aaaa lucuk banget liat tempat mainnya.

Setelah selesai makan dan puas foto dirumah pohon, kami turun dan menuju ke dusun-dusun bambu dan danau. Tapi beneran deh disini seru banget ternyata, terlepas kekurangan menurutku!
Lanskap di dalamnya keren, bisa jalan-jalan di “seperti” kebun gitu, ada saung, ada bambu2 pinggir danau yg biasanya buat spot foto, gundakan rumput. Dan bener banget sih gak rugi kalau ke sana sama kelurga, emang sih kalau berdua terasa murah tapi kalau ramai mahal krn perorangnya 10.000/15.000 gtu, tp terbalas sih.. aku melihat semua orang yang kesana pun pada bahagia.

Kami berdua di sana kira-kira sampai senja, matahari terbenam dan pulang. Pas pulang kami balik hampir 5 jam! Kesel banget. Karena kami salah jalan dan harus lewat jalan raya lembang diwaktu yang bersamaan dengan semua orang turun dari lembang utk ke bandung. Belum lg di pertigaan ledeng yg dari jalan bajaj bajuri (yang harusnya kami lewat sama), dan belum lagi jalan raya setiabudi nya macet, scara itu juga malem minggu. Akhirnya kami baru sampe hotel jam 10 malem apa ya, mau makan keluar juga capek! Dan akhirnya gofood mesen IGA BAKAR JANGKUNG. Udah ngidam sejak lama banget. Dan sebenernya kami mau ke itb, kebetulan himpunannya rio lagi ada pelantikan kalau gak salah, terus janjian dengan yovan dan pacarnya mau ke ciater! Tapi habis makan dan nyentuh kasur sebentar langsung sampai ke alam mimpi dan bangun-bangun subuh! Hahahahaha. Dasar!

Sepertinya harus bersambung ke cerita berikutny. Kayaknya kepanjangan deh. Hahahaha.. aku ceritanya agak lebay sih sepertiny!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *