Silaturahmi ternyata bisa Mahal

Sudah dipenghujung bulan Ramdhan (bahkan saya nulis ini di malam takbiran, sudah masuk bulan Syawal). Pada Bulan Ramadhan kemarin orang berlomba-lomba mencari pahala dan banyak ibadah yang dilakukan, salah satunya adalah silaturahmi, yaaa mempererat, menjaga ataupun menjalin silaturahmi. Yes bener sekali, bulan puasa digunakan orang-orang untuk melakukan hal tersebut, bahkan baru mulai puasa hari pertama, sudah ada yang membuah wacana “kapan kita buka puasa bersama”, dan bisa dibayangkan ramadhan kira-kria 29 hari, dan bisa-bisa 29 hari full digunakan untuk buka puasa bersama dengan geng A, temen A, kantor A, mantan kantor, komunitas A, B,C dan lain sebagainyaa. yakan?

saya jadi teriangat waktu kuliah dulu di Bandung, bulan Ramadhan benar-benar dijadikan ajang buka puasa bersama dari segala kelompok pertemanan. cerita saya waktu itu, dari 29-30 hari Bulan Ramadhan, bisa dihitung dengan jari buka puasa sendiri dikostan atau hanya minggu pertama dan weekend terakhir bulan Ramadhan buka puasa dengan keluarga (karena awal puasa pulang ke rumah dan akhir ramadhan juga pulang sudah libur). ada aja buka puasa bareng, misalnya sama (1) Teman seangkatan kuliah planologi, (2) buka puasa di himpunan, (3) buka puasa dengan jurusan, (4) buka puasa unit, (5)buka puasa teman inbox, (6) buka puasa kepo, (7) buka puasa futsal, (8) buka puasa basket, (9) buka puasa divisi, (10) buka puasa teman di unpad (geng paviliun), (11) buka puasa kosan, (12) buka puasa panitia X, (13) buka puasa temen2 di Bandung, (14) buka puasa SMU, (15) buka puasa kepengurusan himpunan, – astaga itu udah ada (15) geng buka puasa,Β Β dulu malah ditambah lagi (16) buka puasa oskm, (17) divisi keamanan dan lain sebagainyaa. – yaampun bahkan saya juga baru sadar sebanyak ini agenda buka puasa bersama -. bayangin yaa itu dulu ada minimal 17 agenda buka puasa bersama yang artinyaa bertemu teman-teman (yang sebenernya masih sering bertemu sehari-hari waktu kuliah dan hidup di Bandung) dan arti lainnya lagi adalaahhh uang terkuras banyak hanya untuk buka puasa. tapi dulu mana ingat berapa banyak uang yang saya habis kan, karena dulu masih ditanggung orang tua dan pintar-pintar saya juga untuk ngantur uang dikirim sekian rupiah, dan dihabiskan sekian rupiah juga. dulu sih mikirnya itung-itung uang makan siang-sore dipakai untuk buka puasa, jadi Β tidak terlalu khawatir.

dan hingga saat setelah kuliah dan sudah tidak ditanggung orang tua dan bahkan menanggung sendiri biaya hidup.

setelah kuliah, pertemanan diperkuliahan sudah mulai berpencar dan logikanya adalah seharusnya menjaga silaturahmi ya, justru harusnya agenda buka puasa harusnya lebih padat (ya gak sih), tapi nyatanya tidak begitu, mungkin hal ini dikarenakan kesibukan masing-masing dan kelompok-kelompok pertemanan juga semakin intim dan yang tidak intim tentunya yasudah keepcontact di sosial media atau bertemu jika reunian, kalau intim baru deh silaturahmi terjaga hingga sekarang.

pada Ramadhan tahun ini, agenda buka puasa punnnnnnnn datang dan dimulai, tapi tahun ini, agenda buka puasa hanya sedikit sekali. ketika dulu waktu kuliah sanggup menyanggupi ajakan buka puasa hingga belasan agenda, tahun ini hanya menyanggupi sedikit, (1) buka puasa ex.kantor atr (2) buka puasa geng fujigirls (3) buka puasa inbox (4) buka puasa bareng riani yoga andel joko (5) buka puasa teman-teman SMU (6) buka puasa geng paviliun (7) pengurus IAP jakarta (8) buka puasa ditraktir (atika) hehehehe, sedikit diantaranya memang intim, dekat dan memang rutin sejak lama, yang lain pertemanan baru, dan organisasi. (tapi ada beberapa tawaran buka puasa bersama, saya tidak sanggupi karena ingin melakukan kegiatan lain)

ada yang menarik disela-sela perbincangan-perbincangan tentang buka puasa sama temen, saya ngobrol dengan salah satu teman, intinya curhat. curhat ketika agenda buka puasa ini diadakan di tempat yang sekali makan bisa mengeluarkan biaya yang sangat mahal dan menurutku gak sesuai dengan rasa apa lagi buka puasa, pelayanan juga tidak maksimal.

ccerita-ceritalah aku dengan dia, dikasih daftar tempat makan itu yang pricenya kadang gak masuk akal mahalnya, sekali makan bisa 200.000+++ untuk seorangnya, ada juga ajakan untuk makan all u can eat yang harganya bisa lebih dari 200.000 untuk waktu tertentu -yang menurutku mubazir banget-, bayangin saja sekarang saya sudah sepaket berdua, sekali makan bisa seharga listrik sebulan kan. trus kalau dilakukan hampir setiap hari di bulan ramadhan.. coba bayangkan yaaa berapaa mahalnya untuk silaturahmi di bulan Puasa. HAHAHAHAHAHA.. (200.000×20 = 4.000.000 utk satu orang. kalau sepaket berdua jadi 8jutaaaaaa.. untuk emak2 kek sayaa itu berharga sekali. hahahahaha. *mulai itung2an)

bukannya pelit atau gimana, tapi dipikir-pikir, kondisi perut kita itu untuk buka puasa tidak seperti bulan-bulan lain, makanan masuk pun tidak bisa langsung banyak, sedikit porsi yang hanya bisa masuk,, bayangin kan makan takjil aja bisa kenyang kan, gimana ditambah makan nasi dan lauk banyak, lalu misalnya all u can eat, seberapa banyak porsi makanan yang bisa dihabiskan? tidak banyak toh, kalau saya sih sayang uangnya banget ya. dan mubazir, lebih baik makan sesuai kondisi perut dengan harga yang sesuai, dan uang sisanya bisa disimpan untuk hal yang lebih penting (atau mungkin untuk sedekah).

dari obrolan tersebut, akhirnya disimpulkan “kenapa zaman sekarang, mau silaturahmi buka puasa saja MAHAL sekali ya”. harus di restoran fancy (yang rasanya belum tentu sesuai dengan harganya), bagus untuk foto-foto, dan harus update tempat baru dan tentunya bisa disharing ke khalayak ramai -dan mungkin saya juga melakukan hal ini, sharing ke khalayak ramai-

terus kenapa kok bisa berpikir seperti itu. padahal sebelumnya tidak sejauh itu untuk berpikir masalah mahal.

pertama, sejak menikah, keuangan memang harus dipikirkan masak-masak sekali sampe mateng bahkan, coba aja yaaa bayangin agenda buka puasa sebanyak dulu, trus uang belanja lenyap gitu ajaaa hanya untuk jajan diluar (oh astaga. ini tidak baik untuk apapu itu), ketika silaturahmi dilakukan diluar bulan Ramadhan, ada 11 bulan untuk mengatur pertemuan2 sesuai kantong belanja, tapi ketika bulan Ramadhan, agenda buka puasa langsungdijadikan ajang silaturahmi. wah kalau ini (menurut saya ya), memberatkan kantong belanja. kecuali kalau masih single seperti dua tahun lalu, ajakan buka puasa bersama mungkin akan saya iyakan, tapi tentunya tidak seperti jaman kuliah, karena tanggungan hidup sudah dipikirkan sendiri dan tapi masih belum mikirin kebutuhan rumah tangga

kedua, setelah mendalami sedikit ajaran agama, silaturhami memang sangat dianjurkan bahkan gak boleh tidak (harus) dan bisa membuka pintu rezeki, tapi kalau mubazir sebaiknya dihindarkan apalagi ketika bisa melewatkan waktu ibadah. bukannya sok suci, tapi mungkin ini pengalaman spiritual pribadi saya ketika bulan ramadhan tahun ini. ntah kenapa lebih semangat melakukan ibadah, padahal hanya ibadah normalnya bulan Ramadhan, dan dimana saya itu ditahun-tahun sebelumnya termasuk yang malas melakukan ibadah di Bulan Ramadhan. jadi ketika waktu untuk ibadah tersita, hati agak gelisah (maaf bukannya riya, tapi ini yang saya pribadi rasakan).

ketiga, ternyata silaturahmi memang harusnya tidak harus mahal, ini terbukti dari salah satu yang saya lakukan, ketika buka puasa bersama tetapi ditempat yang murah meriahhhhh dan ternyata pertemuan tersebut sangat berkesan hingga sekarang, makna silaturahmi lebih dapet walaupun waktunya tidak banyak. ditambah juga ternyata sekarang lagi hiets buka puasa ngaliweutan gitu atau potluck gitu (tapi ini dilakukan di rumah), saya belum melakukannya sih ,tapi seperti nya seru dan lebih intim. makna silaturahmi lebih dapet dibandingkan di tempat yang fancy.

-tapi aja juga yang berpikir, kenapa harus itung-itungan sih, ini kan salah satu menyenangkan diri dari hasil kerja keras yang telah dilakukan, jadi ya gpp dong mengeluarkan biaya yang mahal untuk makanan. yaaaa boleh saja sih berpikir seperti itu, tidak dilarang, tapi untuk saya sekarang mendingan tidak udah mubazir, gpp makan makanan mahal sesekali, memanjakan diri, tapi bayangin aja kalau sebulan full seperti itu apa tidak mubazir. hehehehehe..

dan bulan puasa tahun ini selesai, agenda berikutnya adalah HALAL BIHALAL, yang tentunya kurang lebih hampir sama seperti agenda buka puasa dengan kelompok yang mungkin sama juga.. hehehehehe… semoga diberikan rezeki untuk bersilaturahmi.

foto-foto buka puasa besama tahun ini

ditraktir sama atika
geng paviliun
IAP DKI
EX-Kantor
fuji girls
sahabat-sahabat (ada yang dari cilik, dari sd, smp,smu, campurr banget, tapi dipertemukan dalam 1 SMU)
geng inbox makan-makan mei

Selamat idul fitri semuanyaa (tulisan ini ditulis malam 1 syawal 1438 H)

 


cerita minggu ini untuk #1minggu1cerita

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *