Life Love

Pre-Wedding

By

pre-wedding. penting gak sih dalam satu rangkaian pernikahan? waktu dulu masih menjadi perdebatan antara aku dan rio. bukan perdebatan yang sengit sih, tapi mungkin lebih ke diskusi kali ya. dalam konsep kami, kami ingin pernikahan yang sederhana termasuk rangkaiannya, dan kalau melihat-lihat biaya hanya untuk prewedding saja, sejujurnya keuangan kami tidak cukup. uuuu apalagi harga-harga paket prewedding di jakarta mahalnya naujubilah yaampun. aku dan rio mikir “seberapa pentingkah prewedding itu, foto-foto nya apakah akan dipakai sebegitunya kah dipajang. pasti ujung-ujung yang bakalan dipajang di rumah adalah foto nikah. trus ini buat apa ya? hanya sekedar dipajang dipernikahan.
sembari menyiapkan pernikahan, kami berdua juga sekalian mencari alternatif fotografer. dan akhirnya kami menemukan vendor foto untuk weddingan dan ternyata paketnya mereka lengkap banget dari prewedding, pengajian/adat (h-1 acara), dan hari acara (akad dan resepsi). yaudah setelah membanding-bandingkan kami akhirnya memilih vendor tersebut. (untuk review vendor kami posting berikutnya ya..)

tema kami kali ini adalah tema piknik, chit-chat, santai, ngopy, kebaya resmi, kampus.
kenapa?
awalnya aku terinspirasi dari sukanya aku sama kopi, trus aku merasa kalau kita ngopi dan ngopbrol itu adalah kombinasi yang pas banget. chitchat sambil ngopi. dan kami inget awalmula kami saling jatuh hati adalah ketika kami pertama kali ketemu secara resmi (waktu dikampus memang sering ketemu dan papasan, tapi gak ketemu ngobrol selayaknya orang dewasa gtu deh) dan disana kami ngobrol. tahukah berapa lama kami berbincang? 6-7 jam nonstop. tepatnya di restoran sepat saji 24jam di depan SMU ku dulu. ntah apa yang diobrolin, tapi obrolannya “teko-tok” gitu, dan gada jeda, ya kalaupun ada jeda hanya 5 detik buat bernafas. hahaha.
nah karena itu, kami mau konsepnya seperti sedang ngobrol, bercanda dan sedang ngopi.
untuk tempat, kami maunya ngobrol di hutan pinus gitu, kalau ini emang aku mau seperti itu. ntah kenapa foto di hutan pinus itu bagus untuk tema foto apapun dan pasti hasil setiap foto beda. (ini mah keinginan dan keingidaman pribadi) hahahahaha..

tema berikutnya adalah resmi, aku mau difoto resmi pake kebaya. gada alesan apapun sama sekali. pokoknya pengen. trus mau difoto kayak foto nikahannya andien. pake kebaya tapi di tengah hutan. lucu kan. hahahahaha.

tema 1 lagi adalah KAMPUS. kenapa? karena kebetulan kami berasal dari kampus yang sama dan sekolah (fakultas) yang sama, hanya beda program studi. jadi sekolah/fakultas jurusan kami itu adalah SAPPK yang isinya planologi dan arsitektur. aku jurusan planologi, rio jurusannya arsitektur. untuk lingkungan pertemanan dapat dipastikan beririsan sekali, walaupun angkatan ku (2007) – plano dan arsi tidak terlalu banyak kenal karena tidak pernah gabung 1 kuliah bersama seperti angkatan setelahnya.

oiyah aku punya pesen juga ke tim fotografernya, aku dan rio tidak mau sewaktu prewed, kami tidak berpelukan atau kontak fisik yang terlalu berlebihan. hahahaha.. kenapa ya? sok suci ya? hahahaha. gak kok, ini alasan aku ingin menjaga aja hijab dari pikiran orang yang bermacam-macam.
bukan berarti aku sok suci ya. toh buktinya kami pun berpacaran kan (ini saja sudah tidak boleh sebenernya), tapi kami hanya meminimalkan pikiran liar orang-orang yang melihat dan menjaga saja. daripada foto kami berpelukan mesra-mesraan, ntar ada yang mikir “ih ini cewenya kerudungan tapi ternyata peluk-pelukan padahal belum resmi suami istri” dan lain sebagainya.
jaga image banget? iya pastinya. ini aku tidak menafikannya. yah seenggaknya orang-orang masih berfikir positif. dan aku juga selama pacaran tidak mau banyak mengumbar kemesraan banyak-banyak di media sosial ataupun sejenisnya. secukupnya saja. kalau sudah menikah baru deh tuh gapapa, tapi ya yang pantes-pantes saja. hehehe

aku diskusikan ini semua ke tim mereka dan pas eksekusi hari H nya. hahahaha. lucu banget, banyak yang berubah tapi fun banget dan lucu banget bikin ngakak. tim fotografernya emang bisa membuat suasanya jadi fun banget.

keterangan :

Venue : Armor Kopi dan Hutan Pinus – Taman Hutan Raya Juanda (Dago Atas)
Photographer : Kon-Tiki Photography
MUA : Sansan (partner kontiki untuk prewed)


untuk postingan rangkaian pernikahan kami, di update berikutnya ya. *agak males update sih ini sebenernya. hahaha,

You may also like