Life

pekerjaan baru

By
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

 

huaa ini mungkin keputusan yang berat atau labil.. harus menjalani kehidupan baru di rumah.
agak labil dalam mengambil keputusan ini yang akhirnya baru dieksekusi tgl 3 maret 2017. jadi mulai tanggal 6 Maret 2017, saya fix bekerja di rumah dan beberapa kali dalam seminggu ke kampus untuk mengajar.
kenapa labil? karena awalnya mau sampai akhir desember mengakhiri kerja di kantor tersebut, lalu tidak jadi dan kemudian diperpanjang sampai tidak tahu kapan. dan selama januari 2017 itu hati ini gundah gulana apakah tetap bekerja kantoran atau dirumah sambil menunggu wawancara dosen agar diangkat menjadi dosen tetap. galau sekali rasanya.

kalau mau flashback lagi ke zaman masih mudaaaa (halah masih muda), untuk resign dari kerjaan dan mencari kerjaan baru itu tidak pernah labil, langsung saja hajar. tidak tau besok akan seperti apa. yang penting di jalani, jika tidak betah langsung cabut, tapi memang sih Alhamdulillah selalu diberikan rezeki oleh Allah.

Tapi kali ini berbeda. banyak pertimbangan termasuk penghasilan. *semakin kesini kebutuhan dan tanggungan semakin banyak, tidak suka dengan ketidakjelasan dalam pemasukan*. ditambah lagi dengan title S2. orang-orang lain berpendapat “sayang banget sama gelar S2 nya kalau tidak kerja atau dipakai”, dan juga awal-awal sang mama juga bilang “ade kan sudah S2, jangan sampai gak kerja ya, jangan dirumah” –> tp ini niatnya baik sih, agar anaknya tidak terlalu bergantung pada suami dan bisa membantu suami untuk membeli2 barang perempuan atau membantu dalam membayar tanggungan lainnnya. wah pokoknya banyak deh… sampai untuk memutuskan ini pakai analisis S-W-O-T juga! udah kayak analisis untuk perencanaan tata ruang segala *jadi inget waktu kuliah studio dulu* hahahahaha..

tapi yang menjadi pertimbangan utama adalah ridho suami tercinta. hehehehe.. bapake selalu mengingatkan cita-cita awal kenapa saya mengambil S2.
oke kita flashback sebentar ya ke tanggal 24 Agustus 2014.
waktu itu saya dan rio berbincang tentang mengapa saya ingin sekolah S2. jawaban saya waktu itu adalah “S2 gue itu buat anak-anak gue nanti. ya biarin aja sih gak kerja kantoran, tapi kan aset abadi gue adalah anak, dan anak itu gimana ibunya, karena bapak lebih banyak di kantor dan sehari-hari bersama ibu, jadi yang mendidik anak gue adalah seorang wanita lulusan S2. bukan bibi. ya sekalian ingin ngajar sih karena itu yang bakal gue bawa ke akhirat nanti”
dan asal dia tau, sebenarnya itu adalah sebuah pencitraan semata, TETAPI PAK RIO MENGANGGAPNYA SERIUS. Tanggapan seriusnya itu selalu dilakukan dan dikeluarkan ketika saya ingin bekerja dan langsung tanpa ba bi bu lagi keluar kalimat “katanya S2 nya untuk anak bukan untuk karir, katanya S2 nya untuk ngajar dan mendidik bukan untuk karir” – ok sip pak Rio. saya matikutu dengan ini.

Dengan banyak pertimbangan akhirnya aku fix memutuskan untk keluar dari kantor tersebut. sedih sih rasanya. KENAPA? karena di tempat tersebut itu benar-benar membantuku banget ilmu perencanaan yang konsep pembangunan, perencanaan, program, keuangan daerah dll. karena kebetulan aku di subdit program (kalau teknis memang aku kurang suka kecuali transportasi). bos ku itu baik banget. walaupun awalnya kaget dengan cara kerja yang cepat tapi jujru aku suka banget sama Bu Lisa. bener-bener profesional dan memberi kesempatan untuk belajar banyak. busri dan bumyra juga yang sangat-sangat berkesan dan selalu memotivasi. belum lagi teman-teman seperjuangan wiwit, suci, tri *dan dinda yang sudah keluar duluan*, dan cetletukan lucu dan galak bu bintang yang menjadi partener kerjaan.belum lagi kepolosan kekonyolan dan kegemasan mas dika hahahahaha.. yaampun beneran sedih dan bakal kangen banget. terlepas banyak drama juga *tapi itu sih lika liku perkantoran, sudah biasa*.

tapi pilihan hati dan ridho suami menjadi prioritas dalam pemilihan keputusan. semoga keputusan ini yang terbaik. dan bukan berarti banyak dirumah itu hanya menganggur. saya akan lebih banyak explore tentang apapun yang saya akan rencanakan dan eksekusi. doakan yang terbaik.

salam.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

You may also like