maha benar netizen dengan segala komentarnya

Beberapa hari yang lalu, ada berita bahwa “meninggalnya seorang aktivis/penggiat/ selebritis media sosial yang dimana beliau juga merupakan CEO”, banyak sekali pendapat dan rumor gosip mengenai meninggalnya orang tersebut, terutama gosip dan cuap-cuap netizin (warganet), ada yang menyebutkan overdosis ada pula yang bilang bunuh diri karena sianida. Astagfirullah waktu mendengar berita itu, jadi wajar ketika keluarga geram dan kesal sekali sewaktu mendengar gosip yang di dengar dari warganet yang tidak bertanggung jawab, Sampai harus klarifikasi (padahal mereka sendiri tidak merasa selebritis, merasa warga biasa yang tidak senang berita ttg wafat keluarganya sampai diberitakan di media. ditambah lagi berita-berita miring), lalu juga harus mengusir wartawan. hal ini gara-gara apa pemicunya? tidak lain dan tidak bukan adalah warganet/ netizen. yes saya dengan tegas bilang seperti itu. kalau mau ditelisik sedikit kebelakang, sejak dua bulanan yang lalu, akun media sosial alm. terus-terusan dihujani komen kebencian dari netizen.  Saya pun penasaran dan pernah tengok ke laman fotonya dan dapat dilihat bahwa isinyaaaaa adalah hatterssssss, komen penuh kebencian. saya pun berpikir pada saat itu “kasian yaa oka, orang biasa (bukan artis, selebritis), dibully sama orang2 anak remaja yang tidak tau siapa dan tidak tau apa masalahnya. kuat juga oka”.

Setelah telisik telisik, netizen begitu pun ternyata gegara ada seorang selebgram yang taklain dan takbukan mantannya alm,  dimana perempuan tersebut juga pernah menjadi artis dibawah naungan managementnya alm., yang followersnya jutaan dan fans fanatiknya yang ababil plus super banyak banget. Jadi ketika si artis ini curhat masalah dia ttg si alm., dan tentang management di media sosialnya.. Rekasi followers/fans fanatiknya bikin geram banget., Yaaa itu dia seperti yang saya tulis diatas “tiba-tiba akun sosial medianya alm. diserrbu komen kebencian. disetiap foto. bahkan alm. pada saat itu menghapus akun sosial medianya” – Apakah alm. pantas mendapatkannya seperti itu dari orang luar? tidak! jelas tidak, karena orang luar, followers tidak tau akar persoalan dan tiba-tiba ikut-ikutan.. dengan istilah mahabenar netizen dengan segala komentarnya. Padahal ini urusan “rumah tanggga orang” dan dengan ini, tau kan hasilnya kan sekarang? yes. ysb meninggal. kalau kata keluarganya “collapse by design”. tekanan depresi membuat alm. pada saat itu sangat tidak memiliki semangat hidup. Lalu mereka yang dulu bully kemanaa ya? atau tidak merasakan bersalah akan hal tersebut?

 

Kasus kedua masih pada ingat kan sonya depari? pemudi yang waktu itu baru selesai/tamat dari Sekolah menengah atas di kota Medan yang gara-gara mahabenar komentar netizen membuat bapaknya meninggal dunia! yes! Memang anak tersebut berbuat salah karena membawa nama-nama pejabat kepolisian dalam kasusnya yang tidak baik dalam berkendara dan merayakan kelulusannya. Lantasss.. Apakah orang luar berhak untuk membully yang bersangkutan? bullyannya se-Indonesia lho karena hal yang sepele dan tidak harus mendapatkan cyberbullyin sebegitu besarnya. dampaknya apa? berita itu tersebar dengan cepat dalam hitungan jam, naik ke berita nasional dan terdengar oleh sang Bapaknya tercinta, bapaknya kena serangan jantung. dan tau kan hasilnya? meninggal dunia.. dan masih ada aja warganet yang bilang “bapaknya meninggal karena anak durhaka yang mencemarkan nama keluarga”. haii NETIZEN YANG MAHA BENAR. apakah anda semua tidak sadar kalau itu adalah buah dari serangan cibiran netizen  bertubi-tubi kepada yang bersangkutan. Lalu waktu bapaknya meninggal dunia, para netizen pun segera berbelasungkawa.. saya pun berpikir, cepat sekali ya orang telah berbuat dua hal yang berbeda dalam sekejap dan hal ini ntah mereka melakukan sadar atau tidak. lalu setelah itu melakukan tobat kepada Allah atau yaa langsung aja seperti merasa tidak bersalah, yang awalnya membully habis-habisan, trus minta maaf dan berbela sungkawa. tapi menurutku ini lebih baik sih dibandingkan masih ada yang nyinyir “bapaknya meninggal karena kelakuan anaknya” – argh emosi banget.

 

Kita keluar indonesia, ada juga yang meninggal bunuh diri karena lagi-lagi komentar netizen yang maha benar. seperti Amanda Todd, pemudia 15 tahun yang memilih untuk bunuh diri karena bullyan dari netizen dan bahkan masuk 9gag (bayangkan kan 9gag bisa diakses seluruh dunia), dan berapa juta manusia pengguna internet yang bisa mengaksesnya dan membullynya. lagi-lagi netizen. hal ini disebabkan karena waktu itu ybs masih kecil dan ditipu oleh pria dewasa untuk menunjukkan buah dadanya, dikirimkan oleh ybs ke pria tersebut. dan jahatnya pria tersebut lah menyebarkan kekhalayak ramai. hingga masuk 9gag. lalu ybs pun di bully, bukan hanya di internet saja, tetapi dilingkungan sekolah yang seharusnya lingkungan berpendidikan tidak boleh melakukan bullying (orang dilingkungan berpendidikan tidak melakukan bullying), bahkan lingkungan yang tidak dikenal. karena apa? karena wajahnya sudah tersebar keseluruh dunia. berat ya untuk umuran 1 smp (kira-kira 12 atau 13 tahun), ybs hanya bertahan beberapa tahun untuk menghadapi ini, dan akhirnya tidak sanggup bertahan memilih bunuh diri. lalu lagi-lagi netizen yang kemarin melakukan komentar dengan merasa benar, sekarang seperti berduka karena ybs bunuh diri. huffttt.

ini videonya amanda todd tentang kisahnya 

 

di Indonesia ada juga artis yang memiliki hatters dan fans fanatik yang banyaaakkk banget, bahkan katanya salah satu folowers terbanyak seduniaa instagram, yaitu ayu ting-ting. kalau kita lihat akun instagramnya, yaampun akan bedecak keheranan isinya komentar kebencian semuaa. benar-benar kebencian. hebat ayu ting-ting bisa tahan dengan hujatan mahabenar netizen dengan komentarnya. luar biasa hebat. setiap detik dalam waktu 24jam sehari kayaknya komentar diinstagramnya terus-terusan bertambah dan ybs pun tetap tenang menjalani hidupnya. (ee tapi klarifikasi ya, saya bukan penggemar ayu ting-ting lho. wkwkwkwkwk.. bahkan tidak sukaaa sebenernya, tapi Insya Allah tidak mau ikutan membully, bukan hak saya, dan dengan membully pun tidak menjadikan hidup saya lebih baik bahkan bisa lebih buruk). Lalu adalagi artis yang hidupnya penuh dengan nyinyiran orang lain, tapi nyinyiran tersebut dijadikan bahan buat dia mendapatkan pundi-pundi yakni syahrini. hahahaha.. kalau ini emang lucu banget, dari gayaya, omongannya, foto-fotonya penuh nyinyiran, tapi hidupnya bahagia toh, tetapi bisa terbang dengan pesawat pribadi, beli tas ratusan juta dan disaat mereka berkreasi, si para hatters sibuk aja komen-komen tidak jelas..

ini contohnyaa nih.. bukan hanya 2 artisini yaa, kayaknya di Indonesia semua artis punya hatters yang sangat peduli jadi setiap gerak gerik artis tsb di pantau dan dikomeeeennnnn dan itulah kerjaan hatters (mau jadi apaaaaaaaaaaaaa mereka kalau cuman komen doang *trus gw juga malah komenin si komentator artis =)))) )

bully ayu ting-ting
instgram syahrini
sumber : google.  

tapi tidak semua orang bisa seperti ayu ting-ting dan syahrini, apalagi masyarakat biasa yang bukan artis. Menurut saya ketika menjadi orang terkenal, mental untuk menyiapkan perasaan akan “komentar kebaikan, negatif, disukai dan dibenci” jauh lebih siap dan udah tau diawal, dan bahkan dengan jumlah yang lebih banyaaaakkk karena sudah dikenal luas se Indonesiaan atau se duniaan. dan enaknya lagi karena banyak pekerjaan jadi bullyian jadi angin lalu, kalau kata syahrini “dihempaskan sajaa” hehehehehe…

Berbeda dengan masyarakat biasa, yang hanya tau hidupnya baik-baik saja, kenal dengan orang yang sedikit, belum tentu kerjaan banyak dan setiap jam menghasilkan uang banyak juga, ada perkerjaan banyak untuk mengalihkan hal-hal tidak baik, tiba-tiba 1 penduduk negara atau penduduk seduniaan membully, padahal tidak kenal sama yang membully. Saya yakin tidak siap! ntah belahan bumi mana bisa bully orang dimana kan, yang dimana mereka juga sehari-hari tidak bersama. Lalu kalau sudah celaka orang yag dibully itu, yang bully cuma ikutan nulis bela sungkawa, terus yaudah selesai. hufftt. kejam rek dunia internet. Bahkan tagar tentang menentang anti bullyin tiba-tiba ramee menghiasi jagat media sosial, dibahas di talkshow (tapi hanya sementara), besok-besok ada lagi dan selalu berulang (lingkaran setan)

saya pun pernah menjadi korban bully di internet. bully karena hal tidak penting dan ini ulah dari “adminnya fans base coldplay yang lepas tangan”

Saya dikirim via wa foto proposal promotor ke bank untuk konser coldplay, dalam pikiran saya ketika sudah sampai di wa group berarti sudah tersebat luas. lalu saya dan orang-orang lain unggah di twitter (pada masa itu twitter lebih hits dibandingkan media sosial lainnya), dan sangat teledornya salah satu admin twitter fanbase coldplay indonesia langsung me RT hal tersebut dan sialnya yang di RT akun saya (padahal banyak yang posting selain saya), tanpa konfirmasi sama sekali. di twit saya pun hanya bilang “siap-siap yang fans coldplay. semoga beneran ada” (tanpa mention akun fanbase, tanpa pake hashtag, tanpa pakai apaun yang merujuk ke fanbase). dalam beberapa jam hp saya berisik dan twitter saya ramai, ada yang sekedar RT ada yang komentar jelek. and tau apa? admin coldplay lepas tangan dan  menuduh saya menyebarkan gosip yang tidak benar, dan bilang “admin tidak bertanggung jawab”, “admin dari awal curiga ini bohong”, “admin juga kesel liatnya” . hahahaha lucu sih pertama saya sial jugaa kena RT, dan adminnya keliatan masih bocah banget lepas tanggung jawab dan demi tidak di bully jadinya lepas tangan deh. tapi hanya bertahan seharian doang sih, besok udah selesai. dan saat tahun itu, akses internet memang belum seperti sekarang – disaat instagram hanya ada di apple dan path juga masih dikit yang pake, hanya twitter dan facebook mulai ditinggalkan. hahahahaha..

ini salah satu link beritnya yang coldplay. sampe masuk berita online. hahahahaha…

Kebabasan berekspresi di dunia internet dan bisa menggunakan wajah palsu dengan “fake account” menyebabkan orang-orang terlalu bebas berekspresi dan akhirnya kebablasan hingga menyebabkan orang lain merugi. sungguh merugi orang-orang seperti ini.

lalu bagaimanakah kita harus berperilaku di Internet agar tidak kebabalsan?

sepertinya simple ya. jangan menjadikan kehidupan dunia maya itu menjadi kehidupan dunia nyata.. batasi penggunaan media sosial. gunakan media sosial atau internet untuk hal-hal yang bermanfaat (menyebar kebaikan, nonton kajian ceramah juga misalnya, sharing pengalaman hidup, cari inspirasi).  Jangan menyebarkan hal-hal yang memiliki efek atau pengaruh negatif  ke orang lain atau biar dianggap keren padahal tidak baik sama sekali. berkomentarlah secara wajar, beretika lah di dunia sosial itu selayaknya beretika di dunia nyata, misalnya jika tidak kenal tidak usahlah kita ikut2an berkomentar negatif  dan menebar kebencian. mendingan komentar positif di media sosial yang juga mengunggah konten positif.. jika tidak tau dudukakar persoalan juga jangan menambah beban orang lain dengan komentar (padahal ini biasanya dilakukan anak-anak labil juga – ini sekepoan saya di dunia media sosial lho. hehehehe). Orang tua pun sepertinya harus update teknologi agar bisa menjaga anak-anak untuk dapat  menggunakan internet dengan baik. Karena ternyata dari ketiga kasus yang saya kasih contoh, pelaku penebar komen kebencian adalah ababil alias anak baru gede yang masih labil. belum tau yang benar, salah, baik, buruk, manfaat atau tidak.

Lebih baik memberikan inspirasi kepada orang-orang sekeliling, melihat yang bermanfaat, mencari ilmu, bukan mencari dan menebar kebencian. kalaupun kesal, atau komentar, mendingan komentar saja sama teman-teman di dunia nyata dan di group buat jadi lucu-lucuan (saya bahkan kadang melakukan hal ini. hahahaha),dibandingkan menghujat orang tersebut yang tidak kita kenal kann. kalau bisa lebih baik ya gausah komen dimana-mana (lagi berusaha untuk seperti ini)

Oiyah jika ada yang bertanya : bagaimana dengan dedek afi yang sedang dibully habis-habisan? menurut saya lho ini yaaa. dia menjadikan dan menyetting dirinya sendiri untuk dibully. duh gimana yaaa istilahnyaa, dia yang membuat dirinya untuk dibully karena (misalnya), dia melakukan plagiat, terus diaku punya nya, tanpa pake daftar pustaka, trus terkenal karena hal tersebut, ketauan lalu malah nangis dan mintaa maaf tapi besok diulang lagi. dan keterusan, ketagihan. haahahaha. ini sih lawak. kalau dibully karena dirinya sendiri yang membuat ya berarti itu sudah tanggung jawab dia sendiri dan dia paham akan hal itu (tidak sama seperti kasus yang diatas). Keasikan udah masuk koran nasional, tv nasional, ketemu presiden, lalu ketika dikasih saran yang baik malah bilang orang yang kasih saran itu “egois, tidak ngerti perasaan”. wkwkwkwkwk.. ini lucu banget. lebih baik dikenal karna karya sendiri bukan mencuri karya orang lain.. jadi nocomment deh kalau si afi ini.

Saya jadi takut apakah saya termasuk membully orang-orang dengan menulis hal ini. dan jadi takut sendiri. *semoga tidak. kalau iya tolong diingatkan.

 

tulisan ini untuk

You may also like

3 Comments

  1. segala informasi yang kita dapat sekarang memang serba mudah ya. tapi sekaligus membuat banyak orang terjebak tanpa berfikir panjang. soal berita benar/tidaknya, baik/tidaknya. komentar ini itu semudah menggerakkan jari-jari saja.

    semoga kita termasuk orang-orang yang bijak berselancar di dunia maya dan juga bersosial media.

  2. Muahahhaa, betuul sekali mbaa saya juga heran itu para komentator kok kayak ga ada kerjaan lain ya. Herannya semua media sekarang merujuknya pada para netizen yang berbahagia…
    menurut netizen..
    netizen berpendapat..
    bla..blaa oh ada tuhan baru di dunia medsos.Pas sekali mba, Maha benar netizen dengan segala komentarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *