kebanggaan dari seorang pembimbing

Pengalaman saya dalam mengajar di sebuah perguruan tinggi terbilang baru. Yaa.. saya baru mengajar kurang lebih 1,5 tahun, seingatku start saya mengajar itu Maret 2016. Dalam perjalanan mengajar tersebut, saya tidak akan membahas mengenai proses dan selama saya mengajar tetapi akan cerita mengenai anak-anak bimbinganku. kenapa? karena saya berinteraksi cukup sering dan intim *lho kok intim*, yes karena dari hal tersebut banyak yang akhirnay curcol tentang keluarga, pekerjaan, kegalauan dan lain sebagainya.

dalam melakukan bimbingan, walaupun hanya menjadi dosen ke-2, saya selalu bertanya ke mahasiswa “kamu mau niat lulus kapan dan apa yang kamu bisa berikan, termasuk topik kamu seperti apa”

karena, hal ini dapat menentukan sejauhmana dan sedalam apa penelitian, apa yang bisa dan harus dilakukan, dan bahkan hingga prediksi nilai yang akan di dapatkan. contohnya seperti anak bimbinganku bernama Haqiqi. secara waktu dia baru menghadap kami (saya dan adit) sebagai pembimbing kalau tidak salah ingat sudah mau berdekatan dengan sidang proposal atau setelah proposal 1 selesai diuji. dan saat itu adalah dia juga ingin lulus Oktober. topik yang dia bawa sebenarnya menarik, dan waktu yang tersisa hanya sebentar lagi. saat itu saya tanya sama dia “kamu mau lulus kapan? dan mau bahas sejauh apa” – dia cerita panjang lebar dan saya pun langsung “cut”, dan bilang yang intinya “kalau mau sejauh itu, kamu tidak bisa lulus wisuda oktober, dan kalaupun oktober sayaΒ  tidak tau nilai yang kamu dapat berapa karena ini saja belum jelas”. oiyah dan haqiqi ini anaknya cukup tangguh, karena dia itu termasuk yang sidang proposalnya telat, tapi mau lulus oktober, jadi kami berdua mempersiapkan ketika setelah ujian proposal dia langsung survei. jadi disaat orang-orang sedang mengolah data, dia pun juga mengolah data. selama bimbingan sidang proposal, seminggu bisa beberapa kali bertemu, raut mukanya sampai stres banget.Β  *gpp ya qi*, memperlakukannya juga sedikit keras, kerap juga mendapatkan amarah dikit, karena blm siap untuk bimbingan dan tidak ada progres padahal dia mau lulus oktober. tapi Alhasil dengan target lulus dan intensitas bertemu yang tinggi serta dengan “apa yang harus dilakukan”, Haqiqi ini bisa lulus wisuda oktober walaupun dari awal sudah diprediksi nilai TA nya tidak mungkin sempurna tetapi ternyata cukup bagus sesuai dengan prediksi saya (dan ntah sesuai ekspektasi dia atau lebih)

karena menurut saya, target yang kita rencanakan akan diturunkan menjadi sebuah tindakan yang harus dilakukan, seperti dalam penelitian. dalam penelitian kita punya Tujuan penelitian, dan untuk mencapai tujuan tersebut diturunkan dalam sasaran-sasaran. sasaran-sasaran ini merupakan rangkaian dan batasan dalam penelitian.

ada lagi satu mahasiswa bimbingan saya, namanya pudidi, pudidi ini dari nabire. dan sudah 1 tahun ambil Tugas Akhir dan gagal untuk maju sidang. yang saya tanyakan kepada pudidi adalah “mau lulus atau mau tugas akhirnya menjelimet”, dia jawab “mau lulus” – pudi ini juga termasuk yang strong, kenapa? sering saya marahi masalah attitude berkirim pesan, moso ya kirim wa itu jam 1 malem, gak enak toh sama pak suami. sampai dia pun mengadu ke adit dan bilang takut menghubungi saya. pudidi ini juga saya perlakukan agak keras, sudah sering bimbingan bertemu tapi progres tidak ada. sampai saya melempar ke adit jika dia ingin bertemu. tak usah lah bertemu dengan saya kalau tidak ada progres. alhasil, dengan data dan kemampuan yang ada, kami (saya dan adit) mengarahkan TA dia sesuai dengan kemampuan dia. Alhasil dia lulus.

untuk yang lain kurang lebih sama, dari alur dan waktu pengerjaan, sesuai jadwal yang telah diberikan. walaupun sayapun yakin proses mereka mengerjakan itu tidak lancar.. karena mayoritas dari mereka, setelah sidang proposal (sidang bab 1-3) selesai, banyak yang menunda dan akhirnya dikejar deadline pengumpulan. hasilnya banyak yang tidak maksimal. tiba-tiba hilang 1-2 bulan, sampai harus diingatkan, baru mengerjakan, survei sebulan -1,5 bulan sebelum pengumpulan, mengolah data lalu terburu-buru mengerjakan dan selesai dengan hasil yang sesuai dengan yang diusahakan.

ada 1 anak bimbingan yang cukup unik, dia cerita survei sampai naik sampan dan karena dia mengerjakan TA nya dengan beneran dan serius, jadi setiap ditanya apapun dia bisa menjawab bahkan sampai hal detail bahkan bisa cerita tantang pengalaman naik sampan bahkan sampai detail yang membuat kami semua tertawa. hahahahaha..

ada yang unik dari beberapa judul dan proses mahasiswa-mahasiswa ini dalam pengerjaan TAnya, hal yang berbeda dari saya sewaktu kuliah di kampus gajah duduk. di kampus saya dulu (atau mungkin beberapa kampus lain juga), dalam mengerjakan penelitian khususnya teknik ataupun non-teknik, biasanya kami menggunakan analisis statistik atau tools lainnya untuk membantu dalam menjawab tujuan sasaran dan pengambilan kesimpulan guna pemberian masukan (karena salah satu tujuan menggunakan statistik kan memang ujungnya pemberi masukan kebijakan), apalagi di perencanaan wilayah dan kota, biasanya kami minimal menggunakan statistik yang sederhana seperti hubungan A dan B, erat kaitannya dan seberapa besar pengaruhnya, jadi ketika diuji tingkat kevalid-annya lebih tinggi daripada hanya penjabaran kuesioner dengan excel. dan ini yang tidak saya temukan kemarin. banyak yang menggunakan statistik deskriptif biasa tetapi bisa memberikan sebuah rekomendasi penanganan atau perencanaan atau strategi tertentu. ada benang merah yang sangat putus. bahkan dari awal (penentuan sampel). tetapi setelah diulik lebih jauh memang ada hal yang kurang dipahami. anak-anak sangat anti statistik, mereka mendapatkan pelajaran statistik itu 2 kali dan MAP pun 2kali, mungkin psikologi mereka yang males dengan statistik lalu ketemu MAP, semakin horor kali ya. tapi sayang sekali ketika pada akhirnya melakukan penelitian, Tugas Akhir mereka banyak yang tingkat validasi kesimpulannya rendah, karena tidak ada dasar, uji validasi, tingkat kepercayaan, nilai hubungan antara variable yang membuat mereka untuk memberikan rekomendasi, temuan setudinya hanya berdasarkan pengamatan dan kuesioner tunggal..

kalau untuk judul sendiri, banyak sekali yang “strategi penanganan …..”, dan setelah melihat hasilnya sangat jauh dengan hal tersebut.. hanya sekedar desprisi, lalu tiba2 muncul strategi penanganan, analisis yang digunakan deskrptif biasa. harusnya ada hal lain, misalnya analisis swot, analisis statistik xxxx,, dan menurut saya sendiri tidak bisa seorang yang belum lulus S1 dapat melakukannya, walaupun ternyata hanya 1 aspek, tapi berpengaruh ke semuanya. tetapi lebih menarik jika “analisis keterkaitan antara keberadaan stasiun dengan tingkat penggunaan stasiun dalam pengembangan kompak” atau “peluang pergeseran penggunaan kendaraan bermotor ke bus di xxxxx” atau “prospek (peluang) penerapan prinsip peranganan….” bahkan TA ku saaja sederhana “persepsi pengguna kereta terhadap keberadaan stasiun sudirman” – terlihat sederhana semuanya tetapi benar prosesnya. kenapa? mulai dari tujuan – sasaran – sample – metode – pengolahan data – analisis – kesimpulan. prosesnya benar, walaupun hasilnya nanti seperti apa.

ya tetapi mungkin antar kampus berbeda kali ya.. hehehe. ditambah lagi ada semacam “trauma” terhadap kuliah tertentu yang sangat mempengaruhi pengerjaan TA (tapi ini harusnya bukan alasan sih yang ttg mata kuliah)

tetapi dengan adanya wewenang menjadi pembimbing pertama, anak bimbinganku akan kuberlakukan dengan waktu diriku ini menjadi mahasiswa di kampus cap gajah duduk. hehehehe.. tak apa ya, yang penting benar dan ada dasarnya dalam pengambilan keputusan nanti. hihihi..

oiyah betapa senangnya loh diri ini ketika mahasiswa yang dibimbing dapat mempresentasikan dengan baik lalu lulus dengan nilai yang terbaik menurut hasil yang mereka kerjakan dan dapat berhasil. apalagi sekarangpun sudah melihat kehidupan baru mereka dari instastory ataupun sosial media lain, ada yang masih happy nganggur (hahahaha..) dan ada yang sudah bekerja mengais berlian, apapun itu saya tetap bangga dan senang terhadap kalian semua. sukses di jalannya masing-masing.

dan serunya menjadi pembimbing adalah karena agak lebih intim daripada ngajar biasa, saya kadang suka kepo kehidupan mereka, jadi tau apa masalah mereka, mood, kesulitan dan lain sebagainya. hihihihi..

ini adalah anak-anak bimbingan ku yang kece-kece yang pada akhirnya lulus. selamat untuk kalian semua. semoga sukses dimasa yang akan datang.

 

 

dan ini suasan yudisium kemarin

 

see you on top nak-nak mahasiswaku semuanya..

ingatlah, saya keras dengan kalian selama perkuliahan, semata-mata hanya untuk kalian, bukan untuk saya sendiri.

You may also like

2 Comments

  1. Ih keren banget 😍 Jadi pengen ngerasain kuliah lagi, bikin TA lagi, haha.. Tapi mungkin riweuh kalo kondisinya kayak skr ini, hamil tua dengan anak batita xD Salam kenal mbak mega, kita sama2 di 1m1c. Oiya, ada vitarinda juga tuh member 1m1c yang dosen juga, hihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *