Laugh Life

dia adalah DILANKU tahun 1990

By
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Percaya atau tidak, film DILAN 1990 adalah salah satu film yang aku tunggu-tunggu dan sudah berikrar untuk menonton. sebagai pembaca dilan dan suka sekali dengan sosok dilan ini, aku ingin bertemu dengannya. hhehehe..

aku akan sedikti review tetapi dari kacamataku ya ini. terlepas pro dan kontra yang terjadi.. dan tentunya menulis lagu ini ditemani oleh lagu-lagu voor dilan (yang sudah dibeli sejak jaman setahunan yg lalu ketika cd nya baru rilis, jadi bukan ikut-ikutan sekarang. trus aku sombong. hahahahahah)

sejujurnya waktu tahu DILAN ini mau difilmkan, aku sangat senang sekali. suwer ini, senenge banget. dalam bayanganku sosok DILAN itu kalau difilm kan yang cocok adalah “Adipati Dolken atau Herjunot Ali atau si Arbani Yasiz, dan Jefri Nichol.” (dua nama terakhir ini adalah artis yang aku sendiri baru tahu. hahahaha. ) dan ternyata secara scara fisik dan perawakan cucok banget si jefry nicole ini. seperti ini nih perawakannya. cucok banget kaaann. tapi ternyata scara voice alias suara, oh tidakkk. menurutku yaaa..

source : tribun, 2017

sampai akhirnya sang presiden the panas dalam alias ayah pidi baiq sang pembuat novel DILAN ini (yang aku bayangkan dan tebak-tebak kalau dilan ini si ayah pidi baiq, dan mayoritas pembaca setuju yaa. hahaaha), memilih IQBAL RAMADHAN (alias iqbal CJR) yang menjadi DILAN. nah, setelah pengumuman ini, tau dan kebayangkaaann gimana reaksi para fans (pembaca) DILAN dan tentunya netizen bagaimana. wah banyak kontra nya,tetapi tidak sedikit juga yang pro. Tapi ini semua kalau kata sang creator “saya yang paling tau DILAN itu seperti apa, dan IQBAL cocok untuk memerankan DILAN”. oiyah si MILEA ini alias Vanesha sudah diketemukan lebih awal dari dilan, sempat juga dibuat cuplikan video singkat yang sudah diperankan vanesha dengan dilan yang tidak terlilhat wajahnya. pada awalnya aku suka, mungkin karena hanya sekedar cuplikan biasa kali ya.

sampai pada akhirnya trailer film DILAN 1990 ini muncul kepermukaan dunia (dunia maya).

dan komentar netizen adalah …

dan lain sebagainyaaaa. banyak yang kontra, tapi ada juga yang pro, tetapi kalau yang pro tidak aku tulis di sini ya (pilih kasih). nah aku termasuk yang kontra. yaaaa aku, sewaktu menonton trailernya, sedih banget kecewa. “kok gini banget sih. emang sih DILAN itu bahasa Indonesianya bagus banget, tapi ya gak gini juga.” – tapi tak membuatku gentar atau urungkan niat untuk tetap ingin menonton DILAN 1990

Sampai pada akhirnya menonton juga secara keseluruhan.

Pertama, aku akan bilang, trailernya memang yang membuat orang dan aku pribadi kecewa, membuat image tentang si dilan yang diperankan Iqbal dan si milea yang diperankan vanesha ini jadi gak oke (jelek mungkin). Lalu ketika  nonton film secara keseluruhan, aku harus akui, Iqbal sendiri aktingnya oke banget, lucunya dapet, gahar, tingkah, sikap, tengil, gombal bahkan belah tengahnya. hahahaha.. dan aku akan bilang “Iqbal bagus, bisa melepaskan bayang-bayang image coboy junior, cjr atau iqbal yang aku bayangkan itu masih anak kecil”. eittssss selain bagusnyaa, tetap ada tapinya.. tapinya itu adalah kurang banget dapetin karakter “Panglima Tempur/ Panglima Perang” atau “bad boy tapi baik”-nya si DILAN, kurang pujangga banget (hahahaha..), dan kurang menyatu sama Bandung (kalau ini sih berasa banget karena si iqbal juga bukan orang atau yang lama tinggal di Bandung). Tapi oke lah walaupun aku tidak cocok dengan iqbal sebagai DILAN, tapi harus aku akui, prasangka awalku tentang iqbal yang tidak oke untuk DILAN ini meluntur banget.

Secara keseluruhan film, ini adalah salah satu film adaptasi novel Indonesia terbaik yang pernah aku tonton (selain film supernova), karena aku selalu kecewa kalau nonton novel Indonesia (apalagi yang aku suka), tapi ternyata eksekusi filmnya gak oke. si DILAN 1990 ini menurutku udah bagus banget, mungkin karena Ayah Pidi Baiq memegang langsung pembuatan film ini. Rohnya dapet. Kalau dibilang persis seperti di novel, aku akan bilang PERSIS BANGET (ya hampir semua yang dibaca dinovel itu dituangkan dalam film ini), plotnya, leluconnya, romansanya, suasanya, bahkan dialognya oke banget. Terima kasih untuk Pidi Baiq dan Titien Wattimena menulis skenario yang sesuai aslinya dan tentunya sesuai khayalan aku (mungkin khayalan semua pembaca DILAN).

Latar Bandung tahun 80an akhir dan 90an awal itu dapet banget (walaupun aku belum mengalaminya ya), tapi yang jelas itu adalah Bandung yang sepi, mobil hanya 1 dan 2 yang lewat. tapi sayang banget angkutan umum kota Bandung itu angkutan model saat ini, padahal kalau mobil, motor dan lainnya udah dapet banget. Lalu untuk wardrobe udah oke banget, lihat kan temen-temennya si beni itu, jadul banget bajunya, baju-baju anak muda zaman 90an awal itu yang kaos oblong besar, celana pendek, baju kemeja gombrong, baju sekolah juga besar, longgar, baju dikeluarin, pergi ke sekolah si Dilan hanya bawa 1 buku ditaruh di kantung celana belakang. Menurutku udah pas. Tetapi, riasan mukanya mereka masih terasa zaman sekarang banget, tahun 2010-an. itu sih yang kurang.

salah satu wardrobe yang cucok banget

Yang aku suka lagi dengan film ini adalah, membawaku ke Tahun 90an atau bahkan 2000an awal (karena zamanku pdkt itu di 200an awal), dimana jika ingin bertamu harus datang langsung tidak lewat kirim pesan singkat/aplikasi pesan cepat, handphone masih jarang, bahkan tidak ada, jadi harus ke telepon umum kalau telepon rumah dikunci, bahkan ke wartel (tahun 2000-an), jadi betapa bahagia dan berharganya koin 100 dan 500 rupiah, bahkan 50 perak. hahahahaha.. oiyah satu lagi, untuk masalah surat itu, itu bener banget, bahkan aku masih mengalaminya.. lalu samperin gebetan ke kelas tanpa janjian pakai pesan singkatpun membuat kangen. membuat nostalgia, ditambah dengan bahasa-bahasanya itu loh, bener banget bahasanya baku. hahahahaha..

Jadi secara keseluruhan film ini oke banget, diluar ekspektasi aku (setelah melihat trailernya) dan membandingkan film adaptasi novel lainnya. dan jugaa, jika kalian yang bukan pembaca novel DILAN ini, tak perlu khawatir, dijamin dapat mengikutinya. Itulah yang dialami oleh pak suami, dan doi pun bisa mengikuti alur dan leluconnya, bahkan ikut tertawa jika ada scene yang lucu dengan segala gombalan dan sikap DILAN.

Terlepas dari itu, aku tetap tidak cocok sih sebenernya dengan IQBAL dan VANESHA ini, bukan berarti bilang mereka aktingnya jelek ya, dari awal aku udah bilang mereka ternyata oke, tapi ya gitu deh (ada yang kurang tapi apaa yaa,ya mungkin aku sendiri punya gambaran dilan dalam pikiran aku ya), sama seperti dulu aku merasa adipati dolken tidak cocok dengan si keenan-nya kugi difilm perahu kertas, begitupun iqbal dan vanesha. tapi jika dipikir-pikir siapa lagi ya? apalagi iqbal, terlalu ganteng untuk si DILAN, masa kegantengan DILAN menandingi kegantengan si nandan, kalau bukan milea pun yah pastilah akan jatuh hatinya ke DILAN bukan ke nandan. tidak perlu lagi memiliki kelebihan lucu, pujangga, melindungi dan memperlakukan wanita dengan baik untuk memikat hati wanita. hehehehe..

Yasudah lah, terlepas dari itu aku merasa anak-anak jaman sekarang, anak baru gede itu suka banget, pake banget sekali amat teramat (aduh hiperbola banget ya). hahahahaha..

Emang bener! ini terjadi langsung terhadapku, dimana sewaktu nonton, ternyata teman-teman nonton sebioskop itu adalah para abege dan aku sedikit yakin mereka adalah fansnya iqbal sejak di coboy junior. Kenapa aku bisa bilang begitu? Karena sepanjang menonton, mereka semua tidak lepas berteriak “iqbal ganteng. iqbal. aduh ganteng banget. kya kya kya kya” dengan posisi duduk yang tidak tenang, dan kebayang dong ya, aku yang sebelahnya keganggu banget jadi ikutan gerak-gerak, goyang-goyang dan super super ganggu banget. belum lagi tadi kan berisik kayak komentator, segala dikomen walaupun komennya itu isinya “iqbal ganteng banget. mau pacar kayak dilan. bla bla bla bla bla lainnya”

Belum lagi mereka banyak yang merekam dan posting di Instastory, makin-makin deh sebelum dan makin kayak alay banget kan, tidak punya etika menonton di tempat umum. hufft..

Jadi, jika kalian bukan anak zaman sekarang, berhati-hati lah terhadap gangguan-gangguan seperti ini, apalagi jika menonton di bioskop seperti di CBD CILEDUG dan sejenisnya. hahahahaha.. *opss maaf.

 

oiyah ini adalah scene favorite aku di film DILAN 1990. mukanya itu penuh kemenangan dan ….

fyi.. ini DILAN dalam bayangan aku.. ya seperti ini, persis! gak ganteng kan, tapi bikin kesemsem ya? hahahaha..siapa hayooo. bisa tebak kan?

 

sekian review film DILAN 1990 versi akuu. selamat menonton untuk yang ingin menonton dan menurutku untuk pembaca DILAN sepertinya wajib menonton, tetapi jika tidak ya itu terserah kamu.

 

salam dari DILAN dan MILEA versi syariah

 

fyi ya, aku ini adalah fans nya iqbal dari pertama kali dia muncul di permukaan acara tv. hahaha. percaya tidak bahwasanya setiap sabtu minggu, aku standby pagi-pagi di DAHSYAT atau INBOX untuk menanti mereka. mau tau lagi? bahkan pernah lah dateng ke SABUGA buat nonton mereka langsung! nonton IQBAL dari deket. disaat mereka masih. SD atau SMP. you knoww whaatt. temen nonton aku ini adalah para ANAK-ANAK SD DAN SMP yang ditemanin EMAK BAPAKNYA, lalu tiba-tiba ada wanita 25Tahun nyempil di depan panggung saingan sama mereka. dan sekarang orangnya udah kuliah aja. hufft.

ini penampakannya

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

You may also like