(baru) Satu Tahun Perjalananan

illustration by fikri mokoagow

Alhamdulillah sudah baru satu tahun perjalanan mengaruhi bahtera rumah tangga (ceileh bahtera). yap. tepatnya kami menikah tanggal 21 Mei 2016, dengan acara yang sederhana (yap apalagi jika dibandingkan dengan perayaan syukuran teman-teman kami yang lain), walaupun waktu itu adalah bukan kami yang mau dalam pelaksanaan syukuran tersebut, waktu itu kami sejujurnya lebih membutuhkan uang untuk modal berumah tangga daripada harus dipergunakan untuk syukuran. Mengingat saya sudah tidak ada bapak lagi, dan pak Rio pun sudah tidak ditanggung lagi oleh orang tua. yaaaa tapi apa mau dikata, acara sudah lewatttt SETAHUN KEMARIN (kayak judul lagu kahitna saja. wkwkwk..)

21 Mei 2016 – resepsi pernikahan kami

kalau mau flashback ke 3 tahun silam, disaat kami berdua akhirnya kenal, lucu jugaaa lho.. kami berdua itu kenal pertama kali lewat TINDER. OH ASTAGA TINDER! taukan tinder itu apaan. aplikasi mencari pertemanan/jodoh.. sejujurnya waktu itu saya baru 1 atau 2 hari menginstall tinder. iseng banget, dan ternyata match.dan kami sebenarnya bukan orang asing satu sama lain, karena kami ini berkuliah di tempat yang sama dan jurusan kami itu adalah dalam 1 (satu) fakultas

dan tau kah fakta apa yang kami temukan dan ketahui setelah kenal : kami ternyata berada dalam satu sekolah yang sama sewaktu smp. hehehe. dan lingkungan kami pertemanannya tidak jauh-jauh. ya mantan kami waktu smu ternyata masih ada hubungannya satu sama lain lah.. belum lagi ternyata ada seorang laki-laki temennya anak temen mamaku mau dijodohkan sama aku dan tidak jadi (karena aku menolaknya), itu adalah saudaranya Pak Rio. blm lagi mantanku pun ada yang masih saudara jauh Pak Rio pula. belum lagi ternyata kami berdua pernah punya cerita sama orang yang tinggal di metro permata 2. belum lagi juga ternyata kita suka ada dalam 1(satu) ntah panitia atau lapangan atau acara atau panitia atauapaun itu yang sama tetapi kita tak saling kenal pada waktu itu dan ini berhubungan. misalnya : waktu panitia PROKM 2009 (kalau dulu namanya oskm, orientasi mahasiswa baru), kebetulan aku termasuk dalam panitia internal ring 2 (wakil humas) dan dia anggota divisi artistik kepanitian itu. pernah dalam satu malam aku dan teman2 panitia inti menemani divisi arstistik dalam membuat karyanya, dan itu ada pak rio dong disana tapi yaampun ya ntah kenapa dari semua anak artistik disana, saya tidak ngeh sama pak rio. ini aneh banget. misalnya ada 5 orang yang di sana, 4 diantaranya itu saya kenal. tapi ntah kenapa dia gak, dan yaudah gak inget aja juga, dan sebaliknya. Kalau lagi papasan sama teman-temannya bergerombol gitu, misalnya ber 4, pasti saya pun menyapa 3 temannya tetapi dia tidak..

ada satu cerita lagi, cukup aneh sih. Jadi waktu sekitar tahun 2014 pertengahan waktu saya sedang di Bandung, sedang giat dalam mengkaji dan membangun sebuah konsep sistem transportasi tidak bermotor bersama 3 teman saya lainnya. Jadi suatu waktu salah satu teman saya (yang kebetulan founder konsep ini) mengajak untuk ikut bersama dia ke Jakarta datang ke acara sharing mengenai suistainable development kalau gak salah. tapi sayangnya aku takbisa ikut karena waktu itu ada kelas, kalau ikut berarti ketemua Pak Rio, karena yang bikin acara sharing dan tuan rumahnya dalah tempat Pak Rio kerja. kalau jadi yah berarti kita bertemuuu kan. wkwkwk.. *ini mah cerita yang disambung-sambungi aja kali yaaaa. wkwkwkwk..

aneh sih kalau dipikir-pikir cara berkenal, bertemu dan akhirnya tau ternyata betapa dekatnya kitaa selama ini sejak SMP hingga kuliah tetapi ternyata kenalnya setelah lulus. dan ternyata jodohnya orang-orang dekat sekeliling. tidak ada yang menyangka.

setelah menikah, kami itu bisa dibilang memulai biduk (ceileh biduk) Rumah Tangga benar-benar dari 0, 0 pengalaman dan 0 rupiah juga. hahahahahaha.. 0 pengalaman karena kami memulai semuanya sendiri, dilepas sendiri, tak ada yang menemai kami (kok lebay ya. hahahaha..), walaupun tinggal dirumah saya sementara, tapi mama memilih tinggal di kampung. katanya belajar mandiri dulu. jadi yaudah deh semua diatur sendiri. Untuk materi pun, Alhamdulillah disupport dan dibantu mama untuk tempat tinggal, tapi yang lainnya bener-bener dari 0. untuk memulai rumah tangga pun uang kami juga 0, habis buat resepsi dan honeymoon (heuh sebel sih kita padahal gamau resepsi tapi apa daya, jadi uang tabungan rio pun terkuras buat ini). mengingat untuk materi kami berdua sudah tidak disupport apa-apa lagi oleh orang tua. setahun ini bener-bener bikin belajar banget berumah tangga.

perbedaan ada gak diantar kami? ya adalaaahh. menginga Pak Rio itu adalah orang yang lebih melankolis dan saya lebih santai. Pak Rio lebih ribet daripada saya. wkwkwk.. tapi yasudah layaaa, kalau sama mah gak seru, kalau beda itu saling melengkapi dan mewarnai. hehehehe. Berantem pernah gak? ya pernah laah. untuk masalah yang paling kecil sampe yang sedang-sedang aja. (jangan sampe masalah besar. Aamiin). tapi yaudah nikmati sajaa ya laaahh.

ada hal menarik bagi kami berdua yang bikin kami bisa ngobrol sampe pagi dan juga bisa bikin kami ansos sendiri sampai pagi yaitu PHOTOGRAPHY. yes bener. kami berdua sama-sama suka foto, dan kebetulan juga sama-sama suka jalan-jalan. waktu pdkt atau pacaran sudah ketauan sih, tapi belum seinterest sekarang karena kami belum ada gadgetnya juga, Alhamdulillah sekarang udah ada. Dari hobi dan kegemaran kami, akhirnya kami bikin usaha photography pula kecil-kecilan (usaha yang tidak ambisius banget). pernah suatu hari kami ngomongin photography dari gear sampai tone dan perintilan lainnya sampai hampir subuh padahal besoknya kerja. Alhasil muka bengep deh. hahahahaha..

hampir setiap minggu kalau gada kerjaan foto, kami keluar untuk foto-foto apapun itu. Kadang kami berdua menjadi model -saya jadi model dia, dia jadi model saya-. yes hampir setiap minggu melakukan hal itu, kalau tidaaakkk PAK RIO bisa stressss. dia bilang sih “hari sabtu minggu walaupun libur lebih baik tetap produktif tapi ga stress. jalan-jalan sambil moto, bahagia lahir batin dan untung-untung dapat penghassilan juga kan. hehehe..iya sih Alhamdullilah usaha foto kami (EMER Photography) udah menghasilkan walaupun masih kecil-kecilan tapi Alhamdulillah banget pokoknya.

karena hobi itulaah, aku pengen buat sebuah foto/proyek kecil-kecilan gimana kalau kami berdua saling foto sama lain ditempat/kawasan yang sama. yaa saya sih mikirnya ini menggabungkan hobi dan sudut pandang kami saja. ingin menunjukkan bahwa kami punya hobi yang sama dan walaupun kami berbeda sudut panjang, tetapi tujuan kami satu yakni dalam mengarungi bahtera rumah tanggaa #eeaaaa bisa aja ya disambung-sambungi. wkwkwkwk.. dan ini adalah hasil dari proyek kecil-kecilan yang hanya berhasil dilakukan sama 3 hari dan di 3 tempat. (soalnya mendadak banget)

 

1.Kawasan Epicentrum Kuningan

ini pertama kali mencoba proyek kecil-kecilan kami

2.Blok M Saquare (Enichisai)

enichisai part 2

3.Cilandak Town Square

4.Kopi Manyar

dan beginilah hasilnyaaa. mayaan ya seruuu, bisa melihat dari sudut pandang masing-masing tentang suatu hal tapi punya tujuan yang sama yakni saling memoto satu sama lain. hihihi.. dan membuat ketagihaann ternyata. hehehe..

walaupun baru satu tahun menjalani bahtera rumahtangga, kami berharap akan terus bersama selama-lamanya, jika ada masalah harus berbicara satu sama lain, diselesaikan bersama-sama, saling mengingatkan menguatkan mendukung dan mendoakan satu sama lain. pokoknya harus saling deh dalam hal positif. hehehehe.. Insya Allah komitmen kami terus berjalan dan semakin bahagiaa dunia akhirat sampai mau memisahkan kami *eeaaaa

dan ini foto-foto lain dari kesingan kami kemarin.

 

untuk melihat foto-foto lainnya silahkan berkunjung ke Instagram kami :

Instagram : saya, pak rio, emerphotography.

 

*tulisan ini saya dedikasikan untuk suami saya tercinta

 

Wife of A. Satria Triwardana. Lecturer. Love Coffee, Photography and Travelling.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer