Akhirnya.. Menikah

akad3

Menikah tidaklah sesuatu hal yang mudah seperti kita membalikan telapak tangan, apalagi di Indonesia. Hehehe..

Maksudku ini adalah, menurutku pria dan wanita untuk memutuskan menikah saja bukan hal yang gampang, apakah pria sudah siap menjadi imam, menjadi kepala rumah tangga, menerima ijab dari pihak wanita, apalah wanita udah siap diimami, sudah siap hidup susah senang bersama dan lain sebagainya.
sudah menikah tidak mudah secara batin, ditambah lagi dengan budaya Indonesia jika menikah itu adalah hajatan orang tua yang heboh, yang ribet, wah, dan yah seperti pesta besar-besaran dan lumayan menghabiskan uang yang banyak. mungkin untuk beberapa orang, bikin acara seperti ini yang besar tak masalah, hitung-hitung sekali seumur hidup, aku sebenernya pun ingin sekali, tapi melihat kondisiku dipastikan tidak memungkinkan untuk membuat perayaan pernikahan secara besar-besaran ataupun malah pada awalnya aku berkeinginan pesta syukuran kecil-kecilan saja hanya mengundang kerabat sangat dekat. tetapi tidak bisa.

untuk melaksanakan acara seperti ini saja, aku sama mama ku harus berdebat panjang. mama ingin sekali aku mengadakan pesta pernikahan, kalau menurut beliau, aku ini tinggal satu-satunya anak (kakak dan adik ku sudah meninggal), anak perempuan pula, (jadi untuk di minang, anak perempuan itu kayak putri gitu dikeluarga, agak dispesialin lah, tapi kasih sayang tetep sama, yah cuma seperti agak protektif, warisan nenek moyang turun ke anak cewe, dan garis keturunan perempuan tuh penting di suku minang), lalu papaku juga sudah meninggal, jadi kayak mama ingin melakukan ini sekali seumur hidupnya. hufft yang bikin dilema adalah masalah keuangan. kita semua tau untuk menyelenggarakan ini memebutuhkan uang yang tidak sedikit, apalagi di jakarta dan pakai adat minang. itu lumayan banget muter otak, nyari vendor, nyari uang dan lain-lainnya.
kalau untuk kehidupan sehari-hari, Alhamdulillah kita masih ada, tapi kalau untuk pesta segitu. aduh pusing banget.
konfliknya banyak banget..sampai pernah mau diundur lah, nikah di KUA aja lah, hahahaha.. turun naik deh flownya selama persiapan.
segala macam bener-bener kami irit tapi Insya Allah maksimal. bener-bener nyari ngubek2 banget vendor yang kualitasnya bagus tapi harganya terjangkau.
..
Alhamdulillah, singkat cerita, setelah drama 8-9 bulan dalam penyiapan pernikahan, selesai juga acaranya. dan ALHAMDULILLAH juga, acaranya lancar, berhasil walaupun bisa terbilang sederhana. sederhana ya sederhana banget malah hitungannya. vendor-vendor yang kami pilih emang gak salah banget. ada sih yang sedikit mengecewakan, tapi gak fatal kok. aku akan bahas satu-satu vendor dan cerita akhirnya ketemu vendor itu mungkin dibahasan selanjutnya. untuk adat, pas nikah aku pakai adat Bugis (Adat suamiku), dan resepsi aku pakai adat Minang (adat keluarga ku)
tapi ini lah kira-kira list vendor yang kami pakai :

Gedung : akad nikah –> mesjid al bina senayan, resepsi –> gedung serba guna senayan
Pelaminan dan Dekorasi –> Sanggar Minang Gadih Ranti (Gadih Ranti Dekorasi)
Catering : Alfabet Catering
Foto : Kon-Tiki Photography
Desain Undangan : Zulfikri Mokoagow
Cetak Undangan : Mahesa Printing Tebet
Make-UP Artist : Hepi David
Makeup Artist Untuk Orang Tua : Santoso Wibowo
Souvenir : Avvolgere
Hena : Dieza Henna
Hand Bouquet : Suci Marini / Loremasion by Suci
Band : Aditya Dwi Febri dkk (ini temenku si aditya dwifebri)
Perhiasan Bugis : Sanggar Karina
TIM WO : The Brossss Organizer
Baju Bodo dan Jas : Pak Rudi (Melawai)

Alhamdulillah selesai. dan selanjutnya adalah tahapan yang paling penting dalam hidup. heheheh.

SEMANGAT

akad2

akad

resepsi

makeup

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *